RUJUKANNEWS.com, GOWA – Kondisi Lapangan Bajiminasa di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, menjadi sorotan warga menjelang Hari Raya Idulfitri. Lapangan yang selama ini menjadi lokasi pelaksanaan Salat Id bagi masyarakat setempat terlihat masih dalam kondisi berlumpur dan dalam proses pengerjaan, Ahad (15/3).

Berdasarkan pantauan di lokasi, area lapangan masih dilakukan penimbunan dan perataan tanah menggunakan alat berat. Permukaan tanah terlihat becek dan belum sepenuhnya rata sehingga dinilai belum layak digunakan untuk pelaksanaan Salat Idulfitri dalam waktu dekat.

Padahal, setiap tahun masyarakat Desa Rappolemba melaksanakan Salat Idulfitri di lapangan tersebut.

“Setiap tahun ki itu lebaran di lapangan. Tapi ini tahun belum pasti karena becek ki seperti sawah,” ujar salah seorang warga kepada wartawan.

Warga lainnya juga menilai meskipun nantinya tidak lagi becek, kondisi lapangan kemungkinan tetap belum layak digunakan karena tanah masih dalam keadaan basah.

“Kalaupun tidak becek, kemungkinan tetap belum layak dipakai karena belum kering,” kata warga lainnya.

Selain kondisi tanah yang berlumpur, sebagian warga juga menyoroti luas lapangan yang dinilai lebih sempit dibanding sebelumnya. Warga menduga hal tersebut terjadi setelah pembangunan jogging track di sekitar lapangan.

“Sekarang terasa lebih kecil karena ada jogging track di dalam lapangan,” ujar warga.

Dikerjakan Menggunakan Dana Desa

Lapangan Bajiminasa diketahui dikerjakan menggunakan Dana Desa sebesar Rp556 juta Tahun Anggaran 2025. Pengerjaan tersebut awalnya diharapkan dapat memperbaiki fasilitas olahraga serta ruang publik bagi masyarakat desa.

Namun dalam perkembangannya, sebagian warga justru mempersoalkan kondisi lapangan yang dinilai belum memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Potret pada 17 Februari 2026 sempat dilakukan penimbunan tambahan di area lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada 17 Februari 2026 sempat dilakukan penimbunan tambahan di area lapangan dengan memasukkan sekitar 14 mobil material timbunan untuk membantu proses perataan tanah.

Pada 10 Maret 2026, pihak terkait kembali melakukan perataan dengan memanfaatkan tanah yang berada di sekitar area lapangan sebelum kemudian diratakan menggunakan alat berat.

Laporan LSM Masuk ke Kejaksaan

Persoalan pengerjaan lapangan ini juga disebut telah menjadi perhatian sejumlah pihak. Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya laporan dari LSM terkait penggunaan Dana Desa di Desa Rappolemba, termasuk proyek Lapangan Bajiminasa.

Laporan tersebut disebut telah masuk ke pihak kejaksaan dan saat ini dalam proses tindak lanjut. Sejumlah informasi menyebutkan pihak kejaksaan telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) guna menelusuri informasi yang disampaikan oleh pelapor.

Selain itu, pihak terkait di desa juga disebut telah dimintai klarifikasi terkait sejumlah kegiatan yang menggunakan anggaran Dana Desa.

Hingga kini proses penanganan laporan tersebut masih berjalan dan belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kejaksaan mengenai hasil pemeriksaan.

Alat berat melakukan perataan tanah di Lapangan Bajiminasa Desa Rappolemba, Tompobulu, Gowa. Kondisi lapangan yang masih becek memicu keluhan warga menjelang pelaksanaan Salat Idulfitri.

Tanggapan Pemerintah Desa

Saat dikonfirmasi mengenai kondisi lapangan tersebut, Sekretaris Desa Rappolemba, Muhtar, mengatakan pengerjaan lapangan masih berlangsung dan saat ini berada pada tahap perataan.

“Sudah mau rata mi,” ujarnya.

Ia juga menyebut penyelesaian pekerjaan sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Kalau begini terus cuaca, ya insya Allah bisa ji,” tambahnya.

Sementara itu, PJ Kepala Desa Rappolemba, Huzair, mengatakan pihak pemerintah desa terus berupaya menyelesaikan pengerjaan lapangan tersebut.

“Insya Allah kalau tidak hujan, mudah-mudahan selesai hari ini,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia juga menyebut apabila kondisi lapangan nantinya tidak memungkinkan digunakan untuk pelaksanaan Salat Idulfitri, pemerintah desa akan menyiapkan lokasi alternatif.

“Kalaupun misalnya tidak bisa digunakan Salat Id, kita cari alternatif lain, bisa di sekolah SMP,” katanya. (*)