RUJUKANNEWS.com, GOWA – Di tengah sorotan publik terhadap pengelolaan Dana Desa di Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, tokoh agama setempat menyampaikan harapannya agar situasi yang berkembang dapat disikapi dengan bijak melalui keterbukaan dan kejujuran.
Menurutnya, transparansi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa, khususnya terkait program yang sedang menjadi perhatian, seperti dana ketahanan pangan.
“Saya sudah sempat komunikasi dengan Ismail. Saya sampaikan, lebih baik jujur dan transparan sesuai kondisi di lapangan. Kalau masih ada kekurangan, yang penting terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, setiap program desa pada dasarnya bertujuan untuk kebaikan bersama, sehingga perlu dikelola dengan penuh tanggung jawab serta disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Tokoh agama tersebut juga melihat situasi ini sebagai momentum positif bagi masyarakat untuk mulai lebih aktif dalam mengawasi jalannya program desa.
“Ini langkah awal yang baik. Masyarakat mulai berani mengawasi, dan itu penting untuk kemajuan desa,” tambahnya.
Selain itu, ia turut mengapresiasi peran media yang dinilai membantu menyampaikan informasi kepada publik sehingga persoalan yang ada dapat diketahui secara luas.
“Kalau bukan media, mungkin hanya jadi pembicaraan biasa. Sekarang masyarakat bisa tahu dan ikut mengawasi,” ungkapnya.
Ia pun berharap semua pihak dapat memanfaatkan forum Musyawarah Desa (Musdes) sebagai ruang terbuka untuk menyampaikan penjelasan secara jujur dan menyeluruh.
“Harapan kita, Musdes nanti jadi tempat untuk meluruskan semua. Yang penting terbuka, jujur, dan saling menghargai,” tutupnya.
Seperti diketahui, polemik di Desa Rappolemba mencuat setelah adanya sorotan terhadap pengelolaan dana ketahanan pangan sebesar Rp245 juta yang belum dijelaskan secara rinci kepada masyarakat.
Pihak terkait sebelumnya menyatakan akan memaparkan realisasi program dalam Musdes yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Masyarakat pun berharap forum tersebut dapat menjadi titik terang atas berbagai pertanyaan yang berkembang sekaligus memperkuat kepercayaan antara pemerintah desa dan warga.(*)