📝 Agus Santoso juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di area yang dianggap berbahaya seperti sungai, kolam, maupun bekas galian tambang.

Sinjai,RujukanNews.com,— Seorang bocah laki-laki bernama Muhammad Adam (8), warga Dusun Topangka, Desa Bulukamase, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di bekas galian tambang C yang terisi air hujan, Kamis (7/5/2026) petang.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 18.40 WITA. Korban sebelumnya diketahui bermain lumpur di area persawahan bersama teman-temannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, usai bermain lumpur korban kemudian mengajak temannya menuju bekas galian tambang C yang baru dua hari terakhir terisi air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Kedalaman lubang tersebut diperkirakan mencapai satu meter.

Awalnya korban disebut hanya bermain di pinggir genangan air. Namun saat berada di bagian tengah lubang, korban diduga tenggelam. Kejadian itu sempat disaksikan oleh teman korban, namun tidak langsung disampaikan kepada orang tua maupun warga sekitar.

Sekitar pukul 18.10 WITA, orang tua korban mulai mencari keberadaan anaknya karena hingga malam hari belum juga pulang ke rumah. Warga setempat kemudian ikut membantu melakukan pencarian.

Informasi terkait lokasi korban akhirnya diperoleh dari seorang anak bernama Anwar Dika, teman korban yang berada di lokasi saat kejadian. Mendapat informasi tersebut, seorang warga bernama Dahlan (59) langsung menuju bekas galian tambang untuk melakukan pencarian.

Saat turun ke dalam lubang yang dipenuhi air, kaki Dahlan tanpa sengaja menyentuh tubuh korban. Setelah memastikan itu adalah korban, ia kemudian menarik tubuh bocah tersebut ke permukaan dan dibantu warga mengevakuasinya ke rumah duka.

Kasi Humas Polres Sinjai, Agus Santoso membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian telah mendatangi lokasi dan melakukan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi.

“Benar, telah terjadi peristiwa seorang anak yang diduga tenggelam di bekas galian tambang yang terisi air hujan di Desa Bulukamase, Kecamatan Sinjai Selatan,” ujarnya.

Agus Santoso juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di area yang dianggap berbahaya seperti sungai, kolam, maupun bekas galian tambang.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membiarkan anak bermain di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan, apalagi bekas galian yang tergenang air karena sangat rawan menimbulkan korban jiwa,” tambahnya.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani orang tua korban serta diketahui Pemerintah Desa Bulukamase.