
Tuas pelepas secara otomatis akan tertekan, menyebabkan pelat tekanan terangkat. Selanjutnya, pelat kopling yang terjepit di antara roda gila dan pelat tekanan akan terlepas. Tampak lubang
Proses ini akan terjadi setelah pedal kopling ditekan dan tenaga dari mesin ke transmisi akan diputus. Lubang yang muncul biasanya kecil, namun putaran yang terjadi pada flywheel tidak akan tersalurkan ke piringan kopling.
Lanjut baca berita ini
Tunggu sebentar, isi berita lengkap akan segera dibuka.
Roda gila terus berputar bersama dengan penutup kopling karena pelat kopling terlepas. Hanya saja pelat kopling dan poros penggerak tidak mau berputar.
Kopling bekerja saat pedal dilepas
Cara kerja kopling yang kedua adalah saat kamu melepaskan pedal kopling. Yang terjadi kemudian adalah cairan di aktuator hidrolik akan hilang. Ini mengembalikan bantalan pelepas ke posisi semula dan tidak ada tekanan pada tuas pelepas.
Saat pedal kopling dilepas, pegas kopling akan bekerja menekan kembali pelat tekanan. Hal ini dimaksudkan agar pelat tekanan akan menempel pada pelat kopling.
Kopling kemudian akan ditarik masuk dan roda gila akan berputar dan putaran akan disalurkan ke pelat kopling dan transmisi. Gigi mobil tidak bisa diganti jika tidak ada kopling karena sistem transmisinya rusak.
Oleh karena itu, saat ingin memasukkan gigi atau menurunkannya, kamu harus menginjak kopling. Tujuannya adalah untuk memotong tenaga dan mengganti gigi lebih mulus.
Akhir Kata
Cara kerja kopling selalu pastikan untuk menekan dan melepaskan pedal kopling secara perlahan karena berdampak besar saat pelat menyentuh flywheel. Jika pengoperasian kopling mobil kurang baik, dapat muncul bau terbakar dan akselerasi yang kuat.
Sekian dulu dan terimakasih sudah membaca artikel ini, jangan lupa ikuti terus Rujukan News untuk memperoleh informasi menarik seputar yang lainnya. Bye-bye…


