RUJUKANNEWS.com, GOWA — Dugaan intimidasi terhadap seorang konten kreator lokal terkait proyek pembangunan Lapangan Baji’ Minasa di Desa Rappolemba mulai terungkap setelah beredarnya percakapan antara kreator tersebut dengan Ira Yanti yang disebut sebagai pendamping desa. (18/2/2026)

Peristiwa ini bermula ketika konten kreator membuat video komedi ringan di sekitar lokasi proyek lapangan. Konten tersebut tidak memuat kritik terhadap pembangunan, melainkan hanya bersifat hiburan.

Namun setelah aktivitas tersebut diketahui, Ira Yanti menghubungi kreator dan meminta agar konten tidak dipublikasikan.

Dalam percakapan yang diterima media ini, Ira Yanti menyampaikan:

“Memang, tapi jelas sekali itu alat dan lapangan. Sudahmi ditegur kan?? Jadi janganki post. Minta tolong, demi kebaikanta semua. Mauki yang terbaik untuk Desa Rappolemba.”

Ia juga menyampaikan kekhawatiran jika aktivitas di lokasi diketahui oleh LSM.

“Kita hanya takut ada LSM liatki… Kan ditauji kalau LSM.”

Ketika ditanya oleh kreator terkait alasan ketakutan tersebut, Ira Yanti menjawab:

“Itu alat berat, tidak ada di penganggaran Dana Desa. Ditauji LSM toh, biar lagi anu… diam itu alat pasti na tau.”

Dalam komunikasi lanjutan, Ira Yanti juga menyampaikan:

“Saya sebagai pendamping desa Rappolemba, minta tolong untuk jangan di-up kak. Karena alat berat ini sedang beroperasi di lapangan. Nanti ada LSM liatki.”

Permintaan tersebut kemudian disampaikan berulang kali dengan alasan “demi kebaikan bersama”.

Konten kreator juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima informasi bahwa orang tuanya sempat dihubungi oleh pihak tertentu untuk meminta agar video tersebut dihapus.

Menanggapi hal itu, Ira Yanti menyatakan:

“Dan untuk yang telpon orangtuata, saya tidak tahu menahu. Saya hanya bertanya di grup desa.”

Namun dalam percakapan lain, ia kembali menegaskan kekhawatiran terhadap sorotan publik.

“Kasian para aparat desa kalau ada LSM liatki.”

Percakapan ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai alasan kekhawatiran tersebut, mengingat konten yang dibuat tidak bersifat investigatif maupun kritik pembangunan.

Hingga berita ini diterbitkan, media telah berulang kali menghubungi Ira Yanti untuk meminta klarifikasi lebih lanjut, namun tidak mendapatkan tanggapan.

Media ini tetap membuka ruang klarifikasi bagi seluruh pihak demi menjaga prinsip keberimbangan informasi.

 

Jurnalis: Syadir Ali