
Menurutnya, kondisi hujan yang hampir setiap hari terjadi membuat jalan menuju lokasi pembangunan sulit dilalui, terutama bagi kendaraan pengangkut material berat seperti pasir.
Selain itu, akses jalan yang rusak di beberapa titik juga menjadi hambatan tersendiri, sehingga proses pengiriman bahan bangunan harus menyesuaikan kondisi lapangan.
Lanjut baca berita ini
Tunggu sebentar, isi berita lengkap akan segera dibuka.
Agussalim juga menjelaskan, apabila cuaca membaik dan hujan berhenti selama beberapa hari berturut-turut, jalan menuju lokasi diperkirakan mulai mengering dan distribusi material lanjutan bisa dilakukan lebih maksimal.
Dengan demikian, proses pembangunan disebut belum sepenuhnya berhenti, melainkan masih berada pada tahap awal pengangkutan material dan menunggu kondisi memungkinkan untuk pengerjaan lebih lanjut.
Meski begitu, pada pantauan terbaru Senin (04/05/2026), rumah lama yang ditempati Rangga bersama kakeknya masih berdiri tanpa perubahan.
Rumah panggung kayu yang sebelumnya dijanjikan akan diganti dengan rumah permanen masih tampak rapuh seperti sebelumnya.
Sampai hari ini, 4 Mei 2026, rumah Kakek Rangga masih berdiri seperti biasa. Sementara pembangunan fisik belum menampakkan pengerjaan penuh, proses distribusi material disebut masih bertahap dan menunggu cuaca serta kondisi jalan memungkinkan untuk pengangkutan lanjutan. (*)


