
RUJUKANNEWS.com – Jika pada artikel sebelumnya kita sudah mengulas tentang aliran seni lukis kubisme, sekarang kita akan mengupas gaya kubisme. Gaya Kubisme merupakan salah satu arus seni lukis modern yang paling mengagumkan. Dengan ciri khasnya yang unik dan tidak lazim, Kubisme memikat hati para penggemar seni dari berbagai kalangan.
Asal-usul Gaya Kubisme
Gaya kubisme bermula pada awal abad ke-20 dan menjadi salah satu gerakan seni modern yang paling berpengaruh. Gerakan ini merangkul gagasan-gagasan avant-garde dalam seni, seperti perubahan perspektif, penggunaan ruang negatif, dan penggabungan teknik-teknik Seni Barat dan Afrika.
Lanjut baca berita ini
Tunggu sebentar, isi berita lengkap akan segera dibuka.
Gerakan ini dimulai oleh seniman muda asal Prancis, Pablo Picasso, dan Georges Braque, yang menggabungkan gaya Seni Barat dengan prinsip-prinsip dekonstruksi dan rekonstruksi dalam kesenian Afrika. Kubisme menjadi sangat populer di Eropa pada awal abad ke-20 dan menyebar ke seluruh dunia pada dekade-dekade berikutnya.
Prinsip-Prinsip Kubisme
Gaya kubisme ditandai dengan representasi objek dari beberapa sudut pandang, penggunaan bentuk geometris, dan penggunaan gambar yang terfragmentasi. Gerakan ini juga menekankan pada penggunaan warna dan tekstur yang inovatif, serta menolak penggunaan perspektif alami dalam seni lukis.
| Bentuk-Bentuk Geometris | Representasi dari Beberapa Sudut Pandang | Gambar yang Terfragmentasi |
|---|---|---|
| Segiempat | 3D dan 2D tanpa perspektif | Bagian-bagian objek dipisah-pisahkan dan digabungkan kembali |
| Lingkaran | Penafsiran subyektif | Gambar objek tampak dari berbagai sudut pandang |
| Segitiga | Penekanan pada bentuk | Menggunakan efek penggabungan dan tumpang tindih |
Kubisme menjadi sangat berpengaruh dalam seni lukis modern dan memiliki dampak pada gerakan-gerakan seni berikutnya, termasuk Dadaisme dan Abstraksi.
Karakteristik Gaya Kubisme

Gaya Kubisme ditandai dengan penggambaran benda atau orang dalam sudut pandang yang berbeda-beda, termasuk sudut pandang depan, belakang, dan samping. Kubisme juga dikenal dengan bentuk geometris yang terfragmentasi, serta penggunaan warna yang terbatas untuk menciptakan efek visual yang kuat.
Salah satu ciri khas Kubisme adalah penerapan prinsip dasar dari seni abstrak. Melalui penyederhanaan bentuk, Kubisme mempertegas nilai estetika dan keindahan dari objek yang digambarkan.
Dalam Kubisme, objek-objek yang digambarkan dipotong-potong dan ditempatkan secara berdampingan. Sehingga, gambar yang dihasilkan dapat terlihat abstrak, namun tetap mampu menampilkan bentuk geometris dan volume dari objek yang digambarkan.
| Jenis Kubisme | Deskripsi |
|---|---|
| Kubisme Analitis | Menekankan pada penyederhanaan bentuk dan pengurangan detail dalam objek yang digambarkan. |
| Kubisme Sintetis | Lebih berfokus pada pemadatan bentuk dengan menambahkan elemen-elemen baru seperti huruf, angka, dan kertas. |
Kubisme juga sering dianggap sebagai penolakan terhadap teknik seni lukis tradisional yang mencoba meniru dunia nyata. Alih-alih, Kubisme mengutamakan kebebasan dalam penggambaran dan menekankan pada kepentingan kesenian. Sehingga, Kubisme menjadi perintis bagi banyak gerakan seni modern selanjutnya.
Pengaruh Gaya Kubisme terhadap Dunia Seni

Gaya Kubisme memberikan pengaruh besar pada dunia seni, terutama dalam perkembangan seni rupa modern. Di awal abad ke-20, Kubisme memperkenalkan gagasan baru dalam bentuk seni, memecah batas-batas tradisional dan menginspirasi banyak seniman untuk mengikuti jejaknya.
Salah satu pengaruh utama Kubisme adalah kemunculannya sebagai gerakan avant-garde, yang mencerminkan semangat revolusioner yang muncul pada era tersebut. Kubisme berusaha untuk mengeksplorasi seni dari sudut pandang yang berbeda, mencari cara baru untuk merepresentasikan dunia di sekitar kita.
Pengaruh Gaya Kubisme terhadap Gerakan Seni Lainnya
Kubisme memberikan pengaruh signifikan pada gerakan seni lainnya yang muncul pada periode tersebut, terutama abstraksi dan seni konstruktivis. Seni abstrak mengembangkan gagasan Kubisme tentang penyederhanaan bentuk dan warna menjadi arah yang lebih lanjut, sementara seni konstruktivis memperkuat penggunaan bentuk geometris dan komposisi.


