Sinjai,RujukanNews.com,-Keterlambatan Bupati dan Wakil Bupati Sinjai pada Rapat Paripurna Hari Jadi ke-462 tak luput dari sorotan. Di tengah gaung tema besar “Tumbuh Berdaya, Melaju Bersama”, momen molornya agenda sakral itu justru memunculkan tanda tanya.

Bagaimana makna melaju bersama jika langkah awal di forum resmi saja tersendat? Publik tentu berharap tema bukan sekadar slogan seremonial, tetapi tercermin dalam sikap, keteladanan, dan kedisiplinan.

Paripurna hari jadi bukan agenda biasa. Ia simbol penghormatan terhadap sejarah dan perjalanan panjang daerah. Ketika waktu yang telah ditetapkan bergeser hampir satu jam, wajar jika muncul persepsi bahwa ritme “melaju” belum sepenuhnya seirama.

Di ruang sidang, bisik-bisik kecil terdengar. Bukan soal besar kecilnya keterlambatan, tetapi soal konsistensi antara pesan dan praktik. Pemerintah daerah sebagai motor penggerak semestinya menjadi yang paling depan menunjukkan ketepatan waktu dan komitmen.

Momentum Hari Jadi ke-462 Kabupaten Sinjai sejatinya menjadi panggung refleksi. Bahwa tumbuh berdaya bukan hanya tentang program dan pidato, melainkan juga tentang disiplin, keteladanan, dan penghargaan pada waktu.

Sebab dari hal-hal kecil itulah kepercayaan publik dirawat. Dan dari keteladanan itulah “melaju bersama” benar-benar menemukan maknanya.