
Menambahkan fitur AMP bisa menjadi salah satu upaya untuk mengurangi bounce rate, karena ketika website menjadi lebih cepat diakses diharapkan pengunjung mau membuka halaman lain yang masih berkaitan.
Namun perlu diketahui, strategi di atas tentu akan lebih efektif jika dijalankan oleh website yang memiliki mayoritas pengunjung dari tampilan mobile. Karena AMP hanya akan bekerja secara optimal di perangkat seluler.
Lanjut baca berita ini
Tunggu sebentar, isi berita lengkap akan segera dibuka.
4.Mendongkrak Ranking di Mesin Pencari
Ketika diperkenalkan pada tahun 2016 silam, Proyek AMP (Accelerated Mobile Pages) digadang-gadang bakal menjadi solusi bagi jutaan pengguna internet yang masih bergelut soal masalah koneksi.
Untuk mendorong agar blogger maupun developer mau turut serta dalam proyek ini, Google bahkan sempat memberikan iming-iming berupa “ekslusifitas” yang tercermin dalam bentuk logo petir ketika website diakses melalui perangkat seluler.
Tidak hanya sampai disitu saja, beberapa forum SEO waktu itu juga cukup heboh ketika mendapati fakta bahwa website yang menggunakan AMP (Accelerated Mobile Pages) mengalami lonjakan traffic yang cukup besar dari pengguna mobile karena banyak artikel mereka tiba-tiba berada di halaman pertama penelusuran seluler.
Kendati demikian, sayangnya hal tersebut saat ini sudah tidak berlaku lagi seiring dengan kebijakan Google yang mulai menghapus “eksklusifitas” AMP (Accelerated Mobile Pages) di SERP (Search Engine Result Pages).
Tidak ada lagi tanda petir di samping judul website yang memakai AMP. Begitu juga dari segi SEO yang kini hampir tidak membedakan antara website dengan AMP atau tidak.
Meski begitu, dampak positif dari AMP (Accelerated Mobile Pages) masih bisa dirasakan oleh pengunjung karena loading website semakin ringan serta tidak banyak pop-up atau add-on tambahan yang bagi sebagian orang mengganggu user experience.
Kesimpulannya, AMP (Accelerated Mobile Pages) memang memiliki kaitan erat dengan peningkatan kualitas website. Apalagi project AMP sendiri merupakan program yang disponsori oleh Google. Jadi, bagi kamu tidak perlu ragu lagi jika tertarik untuk mencoba, karena sudah banyak yang menggunakan AMP untuk mengoptimalkan website pribadi maupun perusahaan.
Sekian pembahasan terkait fungsi AMP pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.


