RUJUKANNEWS.COM, GOWA — LSM INAKOR melalui Bidang Keagamaan menyayangkan beredarnya sebuah video konten kreator di media sosial yang dinilai menjadikan praktik ibadah sebagai bahan candaan. (27/2/2026)
Sorotan itu muncul setelah viralnya unggahan akun Nur Indasari Arfah yang menampilkan adegan salat dengan nuansa komedi. Dalam video tersebut, kreator terlihat pucat sambil melaksanakan salat dan membaca Surah Al-Fatihah namun tidak tuntas, disertai gestur menahan lapar dengan tambahan efek suara tawa.
Konten tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian besar menilai tayangan itu tidak pantas dijadikan hiburan karena menyangkut praktik ibadah.
Salah satu komentar datang dari akun Desi Marlina yang mengingatkan agar konten yang dibuat tetap membawa manfaat.
“Carilah konten yang bermanfaat buk. Ini masalah sholat, tidak baik dibuat begini. Ini bisa diperpanjang nantinya buk, netizen bisa berontak,” tulisnya.
Sorotan serupa juga disampaikan akun Moms Raja yang mempertanyakan tujuan konten tersebut.
“Kenapa selalu buat konten kayak gini, jujur tidak ada lucunya. Malah orang kadang jengkel karena kau memeluk agama Islam tapi seakan mempermainkan ibadah,” tulisnya.
Sementara akun Syuriani Ngai turut menilai konten tersebut tidak mencerminkan kreativitas yang membangun.
“Konten tidak bermutu,” tulisnya singkat.
Menanggapi hal ini, perwakilan Bidang Keagamaan INAKOR, Sarfiah Dg Puji, menegaskan bahwa kebebasan berkarya di ruang digital tetap harus disertai tanggung jawab moral, terlebih ketika menyentuh aspek keagamaan yang sensitif di tengah masyarakat.
Menurutnya, ruang digital seharusnya dimanfaatkan untuk menghadirkan konten yang edukatif dan membangun, bukan justru menimbulkan polemik atau kegaduhan publik.
INAKOR juga mengingatkan para kreator agar lebih bijak dalam memilih tema, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait konten tersebut.
Jurnalis: Syadir Ali
