RUJUKANNEWS.com, SinjaiWarga Desa Pattongko, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, harus menghadapi kondisi memprihatinkan setiap hari. Jembatan penghubung antara Dusun Tafillasa dan Dusun Tangkulu kini rusak berat dan belum juga diperbaiki.

Jembatan yang menjadi akses utama bagi warga tersebut dilaporkan telah rusak sejak sekitar tiga tahun terakhir. Akibatnya, masyarakat terpaksa melintasi jembatan darurat dari batang kayu yang rawan membahayakan keselamatan.

Kepala Desa Pattongko, Sulaeman, mengatakan perbaikan jembatan sebenarnya sudah beberapa kali diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), baik di tingkat desa maupun kecamatan. Namun hingga kini usulan tersebut belum juga terealisasi.

Sudah tiga tahun rusak berat dan selalu kami usulkan dalam Musrenbang, baik di desa maupun kecamatan,” ujar Sulaeman.

Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya juga menyampaikan bahwa akses menuju Dusun Tangkulu sangat terbatas. Saat ini hanya terdapat dua jalur yang bisa digunakan warga.

Yang satu aksesnya rusak berat dan tidak pernah tersentuh perbaikan sejak Indonesia merdeka. Sementara akses yang lain harus melalui jembatan rusak ini,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan pembangunan videotron di Taman Karampuang yang disebut-sebut menelan anggaran hampir Rp1 miliar. Warga berharap pemerintah daerah dapat lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Bagi warga setempat, jembatan tersebut bukan sekadar penghubung dua dusun, tetapi juga menjadi jalur penting untuk aktivitas sehari-hari, termasuk akses pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan.