RUJUKANNEWS.com, GOWA – Di tengah sorotan terhadap pengelolaan Dana Desa, Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, justru menunjukkan kekuatan besar dari sektor pertanian dan jumlah penduduknya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah penduduk Desa Rappolemba tercatat mencapai sekitar 5.815 jiwa, menjadikannya sebagai salah satu desa dengan jumlah penduduk terbesar di Kecamatan Tompobulu.

Tak hanya itu, dari sektor pertanian, komoditas labu siam (labu jipang) tercatat sebagai tanaman dengan produksi tertinggi di Kecamatan Tompobulu.

Data BPS menunjukkan, produksi labu siam mencapai sekitar 5.765 kuintal per tahun (2024), jauh melampaui komoditas lain seperti:

cabai rawit: 3.223 kuintal

cabai besar: 2.438 kuintal

cabai keriting: 700 kuintal

bawang merah: 120 kuintal

tomat: 45 kuintal

Dominasi produksi tersebut menegaskan bahwa wilayah dataran tinggi seperti Rappolemba menjadi salah satu pusat utama penghasil labu siam di Kabupaten Gowa.

Sejumlah warga menyebut, kondisi alam yang sejuk serta tanah yang subur membuat tanaman ini dapat tumbuh sepanjang tahun dengan produktivitas yang stabil.

“Labu siam ini memang jadi andalan di sini, karena bisa panen terus dan hampir semua warga tanam,” ujar salah satu petani.

Dengan jumlah penduduk yang besar dan produksi pertanian yang tinggi, Rappolemba memiliki kekuatan ganda, yakni sumber daya manusia dan potensi ekonomi berbasis hortikultura.

Selain labu siam, desa ini juga memiliki komoditas lain seperti cengkeh, kopi, dan markisa, serta potensi wisata alam berupa air terjun di kawasan hutan lindung.

Di tengah dinamika yang terjadi terkait pengelolaan Dana Desa, berbagai potensi tersebut diharapkan tetap menjadi fokus utama pembangunan ke depan.

Sejumlah pihak berharap, pengelolaan anggaran desa dapat diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Dengan data produksi yang tinggi dan jumlah penduduk yang besar, Rappolemba dinilai memiliki fondasi kuat untuk berkembang sebagai desa unggulan di dataran tinggi Gowa.